Suntik Meningitis Sebelum Berangkat Haji Atau Umroh?Ini Alasanya!
Kenapa kita harus suntik meningitis sebelum berangkat ke tanah suci untuk Haji atau Umroh?![]() |
| Mengapa harus suntik meningitis sebelum haji dan umroh |
Karena syarat wajib,maka seluruh peserta haji dan umroh wajib memiliki sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah memperoleh vaksin meningitis. Selain melakukan vaksin, pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat ibadah umroh atau haji ke tanah suci juga penting untuk dilakukan.
Baca juga : Syarat,Rukun dan Wajib Umroh
Kenapa harus suntik vaksin meningitis sebelum berangkat ke tanah suci?
Pada musim haji dan umroh, umat muslim dari seluruh penjuru dunia akan datang ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah, termasuk warga negara di Afrika yang merupakan tempat penyebaran penyakit meningitis.Hal tersebut diduga menjadi penyebab maraknya terjadinya kasus penyakit meningitis pada jemaah dan petugas yang melayani jamaah umroh dan haji di Arab Saudi.Apa itu meningitis?
Meningitis adalah sebuah penyakit yang menyerang peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang.
Meningitis adalah sebuah penyakit yang menyerang peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang.
Penyebab utama meningitis adalah infeksi virus dan infeksi bakteri dan penyakit ini sangat menular.
Bakteri yang memasuki aliran darah dan menjalar ke otak dan sumsum tulang belakang ini menyebabkan meningitis bakteri akut.
Meningitis bisa menular dari manusia ke manusia melalui saluran pernapasan dan air liur. Dan masa inkubasi dari penyakit meningitis ini adalah 3-4 hari (rentang waktu 2-10 hari).
Gejala awal meningitis hampir sama seperti flu (influenza),namun, gejala akan bertambah berat dengan panas tinggi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 12-24 jam sejak awal timbulnya gejala.
Meningitis bisa menular dari manusia ke manusia melalui saluran pernapasan dan air liur. Dan masa inkubasi dari penyakit meningitis ini adalah 3-4 hari (rentang waktu 2-10 hari).
Gejala awal meningitis hampir sama seperti flu (influenza),namun, gejala akan bertambah berat dengan panas tinggi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 12-24 jam sejak awal timbulnya gejala.
Gejala meningitis yang lainnya adalah leher kaku, sakit kepala parah, mual atau muntah, kebingungan atau kesulitan konsentrasi, kejang, sensitivitas terhadap cahaya, dan ketahan fisik melemah.
Maka dari itu,kesehatan tubuh yang prima sangat dibutuhkan selama beribadah haji atau umrah. Karena saat beribadah bersama ribuan orang dari berbagai penjuru dunia memungkinkan tersebarnya berbagai bakteri dan penyakit.
Maka dari itu,kesehatan tubuh yang prima sangat dibutuhkan selama beribadah haji atau umrah. Karena saat beribadah bersama ribuan orang dari berbagai penjuru dunia memungkinkan tersebarnya berbagai bakteri dan penyakit.
Oleh karena itu maka diperlukan vaksin untuk mengurangi risiko terpapar bakteri dan virus berbahaya yang salah satu vaksinasi yang dilakukan sebelum ibadah haji dan umroh adalah dengan suntik meningitis.
Baca juga : Doa doa saat umroh,lengkap!
Menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, negara-negara di Timur Tengah khususnya Arab Saudi, adalah negara yang menjadi tempat berkembangnya penyakit meningitis meningokokus.
Baca juga : Doa doa saat umroh,lengkap!
Menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, negara-negara di Timur Tengah khususnya Arab Saudi, adalah negara yang menjadi tempat berkembangnya penyakit meningitis meningokokus.
Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya penyakit meningitis meningokokus tersebut, setiap warga negara Indonesia yang akan pergi ke Arab Saudi perlu melakukan suntik vaksin meningtis.
Menurut Menteri Kesehatan,bahwasanya meningitis sampai sekarang masih menjadi ancaman untuk jamaah haji maupun umroh.
Menurut Menteri Kesehatan,bahwasanya meningitis sampai sekarang masih menjadi ancaman untuk jamaah haji maupun umroh.
Karena ketika melakukan ibadah tersebut, orang-orang yang berada di sana datang dari berbagai penjuru dunia, termasuk negara-negara di mana meningitis masih marak,yang khususnya dari benua Afrika di daerah yang disebut sabuk meningitis.
Kasus meningitis ini pernah terjadi pada jamaah haji Indonesia pada tahun 1987, di mana saat itu terdapat 99 orang jamaah haji yang tertular meningitis dan 40 orang di antaranya meninggal dunia.
Oleh karena itu,pemberian suntik meningitis merupakan syarat mutlak bagi semua calon jemaah haji dan umrah yang akan memasuki kawasan Kerajaan Arab Saudi.
Kapan suntik meningitis ini harus dilakukan?
Pemberian suntik vaksin meningitis dilakukan maksimal dua minggu sebelum keberangkatan umroh atau haji ke tanah suci, karena efektivitas vaksin mulai terbentuk 10 s/d 14 hari setelah pemberian.
Setelah calon jamaah memperoleh vaksinasi meningitis tadi, barulah jamaah haji atau umroh akan diberikan kartu International Certificate of Vaccination (ICV) sebagai syarat untuk memperoleh izin visa dari Pemerintah Arab Saudi.
Untuk melakukan pemberian vaksin, terdapat beberapa prosedur yaitu:
Penyakit meningitis adalah penyakit yang disebabkan bakteri kelompok A, C, W, dan Y. Maka dari itu semua calon peserta haji dan umroh wajib menerima satu dosis vaksin kuadrivalen polisakarida atau vaksin ACWY135.
Pemberian vaksin kepada calon jamaah ini disarankan dilakukan 2 s/d 3 minggu sebelum keberangkatan ke tanah suci, dan tidak kurang dari 10 hari sebelumnya.
Kasus meningitis ini pernah terjadi pada jamaah haji Indonesia pada tahun 1987, di mana saat itu terdapat 99 orang jamaah haji yang tertular meningitis dan 40 orang di antaranya meninggal dunia.
Oleh karena itu,pemberian suntik meningitis merupakan syarat mutlak bagi semua calon jemaah haji dan umrah yang akan memasuki kawasan Kerajaan Arab Saudi.
![]() |
| Suntik vaksin meningitis sebelum umroh dan haji |
Pemberian suntik vaksin meningitis dilakukan maksimal dua minggu sebelum keberangkatan umroh atau haji ke tanah suci, karena efektivitas vaksin mulai terbentuk 10 s/d 14 hari setelah pemberian.
Setelah calon jamaah memperoleh vaksinasi meningitis tadi, barulah jamaah haji atau umroh akan diberikan kartu International Certificate of Vaccination (ICV) sebagai syarat untuk memperoleh izin visa dari Pemerintah Arab Saudi.
Untuk melakukan pemberian vaksin, terdapat beberapa prosedur yaitu:
Penyakit meningitis adalah penyakit yang disebabkan bakteri kelompok A, C, W, dan Y. Maka dari itu semua calon peserta haji dan umroh wajib menerima satu dosis vaksin kuadrivalen polisakarida atau vaksin ACWY135.
Pemberian vaksin kepada calon jamaah ini disarankan dilakukan 2 s/d 3 minggu sebelum keberangkatan ke tanah suci, dan tidak kurang dari 10 hari sebelumnya.
Jika sebelumnya calon jamaah sudah pernah mendapat vaksin yang sama, maka pastikan bahwa waktu pemberiannya tidak lebih dari tiga tahun sebelumnya.
Jika vaksin minigitis diberikan pada orang dewasa dan anak-anak berusia lebih dari lima tahun,maka vaksin ini akan memberikan perlindungan dari bakteri meningitis selama lima tahun.
Untuk pemberian pada anak di bawah usia lima tahun, vaksinasi akan memberikan perlindungan selama 2-3 tahun.
Jika vaksin minigitis diberikan pada orang dewasa dan anak-anak berusia lebih dari lima tahun,maka vaksin ini akan memberikan perlindungan dari bakteri meningitis selama lima tahun.
Untuk pemberian pada anak di bawah usia lima tahun, vaksinasi akan memberikan perlindungan selama 2-3 tahun.
Namun pemberian vaksin pada balita di usia dua bulan hingga tiga tahun harus diikuti dengan pemberian vaksin kedua pada tiga bulan setelahnya.
Vaksin jenis ini tidak diperbolehkan untuk diberikan kepada bayi yang berusia kurang dari dua bulan.
Efek samping yang parah setelah pemberian vaksin ACWY ini sangat jarang terjadi. Hanya sekitar 10 persen orang yang menerima vaksin ini mengalami nyeri dan kulit kemerahan yang umumnya akan hilang dalam tempo 1-2 hari.
Sementara, pada anak-anak terkadang akan mengalami demam.
Selain kewajiban atas pemberian vaksin meningitis ini, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menyarankan calon jamaah haji atau umroh untuk melakukan suntik influenza dan pneumonia sebelum berangkat.
Berikut beberapa paket umroh uang bisa anda pilih :
Vaksin jenis ini tidak diperbolehkan untuk diberikan kepada bayi yang berusia kurang dari dua bulan.
Efek samping yang parah setelah pemberian vaksin ACWY ini sangat jarang terjadi. Hanya sekitar 10 persen orang yang menerima vaksin ini mengalami nyeri dan kulit kemerahan yang umumnya akan hilang dalam tempo 1-2 hari.
Sementara, pada anak-anak terkadang akan mengalami demam.
Selain kewajiban atas pemberian vaksin meningitis ini, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menyarankan calon jamaah haji atau umroh untuk melakukan suntik influenza dan pneumonia sebelum berangkat.
Berikut beberapa paket umroh uang bisa anda pilih :
Paket Umroh Reguler
Paket Umroh Plus Turki
Paket Umroh Plus Dubai
Paket Umroh Promo
Paket Umroh Plus Thaif
Paket Umroh Plus Turki
Paket Umroh Plus Dubai
Paket Umroh Promo
Paket Umroh Plus Thaif

